
Masalah di Chelsea saat ini terjadi karena pemilik klub, Roman Abramovich terlalu memanjakan dan mendengarkan suara para pemain The Blues, memberi tekanan pada siapa pun pelatih klub.
Pemilik Chelsea berpaspor Israel, Roman Abramovich, pernah mendengarkan pendapat para pemain soal siapa pelatih yang akan dipecatnya dan itu memberi preseden buruk bagi situasi di Stamford Bridge, tuding komentator ESPN FC, Ian Drake.
Dengan begitu para pemain Chelsea memiliki terlalu banyak kekuatan dan suara di klub dan itu adalah kesalahan Abramovich, kata Ian Darke, usai kekalahan Chelsea atas Manchester City lewat adu penalti di final Piala Liga hari Minggu (24/2) lalu di Stadion Wembley.
Pertandingan ini akan dikenang karena insiden yang terjadi pada menit terakhir babak perpanjangan waktu saat kiper Kepa Arrizabalaga menolak untuk diganti oleh Willy Caballero.
Kepa kemudian didenda sebesar satu minggu gajinya dan kemungkinan besar tidak akan dimainkan pada laga Liga Inggris hari Kamis melawan Tottenham Hotspur di Stamford Bridge.
Tapi Darke mengatakan insiden itu adalah contoh dari kekuatan pemain Chelsea yang terlalu besar di klub. Dia mengklaim Roman Abramovich di masa lalu telah menciptakan preseden buruk saat mendengar para pemain dalam memutuskan masa depan para manajer sebelumnya.
Dan ketika ditanya tentang masa depan Sarri, Darke mengatakan, insiden Kepa tidak terlihat bagus untuk karir pelatih Italia tersebut.
“Apakah ada masa depan bagi manajer Chelsea mana pun?” kata Darke. “Mereka berada di bawah tekanan sepanjang waktu, mulai dari sekitar satu jam setelah mereka ditunjuk sebagai pelatih, mari kita jujur tentang hal ini.”
“Saya pikir kejadian ini (Kepa menolak untuk diganti) menunjukkan sekali lagi kekuatan yang dimiliki para pemain di Stamford Bridge dan ini kesalahan Roman Abramovich.”
“Dia (Abramovich) pada dasarnya berkata kepada para pemain: ‘Jika kamu tidak suka sang manajer, kami akan menyingkirkannya’, dan itu menciptakan masalah besar.”
“Sebelumnya, tentu saja, mereka memiliki tulang punggung tim seperti [Petr] Cech dan [John] Terry, [Frank] Lampard, [Didier] Drogba.”
“Mereka bisa terus memenangkan trofi saat semua kekacauan ini terjadi. Bisakah mereka tetap melakukan itu? Bisakah mereka memecat Sarri setelah hanya enam bulan?”
“Dia (Sarri) adalah pelatih yang finis di posisi ketiga di klasemen (Liga Italia) tiga kali bersama Napoli, mencetak lebih dari 300 gol selama musim-musim itu. Jadi apa ada gunanya memecatnya sekarang?”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar